Category

1200cc (1) Activity (3) Automatic (1) Ayla (1) Biografi (2) Cerpen (3) City car (1) Daihatsu (1) deluxe (1) Event (4) kata bijak (1) LCGC (1) opini (5) prosa/puisi (21) Song (2) tahukah anda ? (2) tips (1)

26 Agu 2010

YUSUF DAN KOTA IMPIAN

”Allahu Akbar - Allahu Akbar…

Lantunan puji – pujian yang selalu dikumandangkan setiap saat di Mesjid.



Di suatu perkampungan yang cukup kumuh. Hidup seorang remja bernama Yusuf. Dia adalah anak yatim piatu. Namun hal tersebut tidak lantas membuatnya minder dan berendah diri. Karena Ia merasa memilki orang tua, yaitu Ustadz Yashir.. Setiap kali setelah menggembala, Ia menyempatkan diri untuk selalu bertemu Ustadz Yashir di Mesjid At-Tawwabu, mesjid yang berjarak 100 meter dari rumah biliknya. Disana Ia dibimbing oleh Ustadz Yashir yang tidak lain adalah orang yang selama ini menyuruh Yusuf menggembala dan memberikan upah.

Ustadz Yashir adalah suri tauladan dan motivator bagi Yusuf. Setiap nasehat dari sang ustadz, selalu Ia laksanakan penuh. Sampai suatu saat Ia harus meninggalkan kampung kumuhnya demi meraih cita-cita.

Perjalanan itu dimulai tepat tanggal 1 Ramadhan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan. Yusuf berjalan kaki menuju sebuah kota, Ia menyebutnya kota impian. Sesampainya di kota impian, Yusuf terheran. Kota yang dirasa bakal memberikan banyak kesempatan untuk meraih cita-citanya, ternyata tidak jauh berbeda dengan kampung kumuhnya. Saat berbuka puasa saja, penduduknya hanya berbuka dengan beberapa biji kurma dan air putih. Yusuf merasa sedih, saudara seimannya seperti itu. Ia termenung dan mulai memikirkan sesuatu. Satu, dua, tiga jam Ia masih berfikir. Akhirnya pada jam keempat Ia mendapatkan ide untuk menolong nasib para penduduk. Yusuf teringat dengan hadis yang pernah diucapkan oleh Ustadz Yashir, “Shodaqoh yang paling utama adalah shodaqoh di bulan ramadhan”(H.R Tarmidzi)

Baru sehari saja di kota impian, Ia kembali lagi ke kampung kumuhnya. Sesampainya di kmpung, Ia bertemu dengan Ustadz Yashir. Kemudian sang Ustadz bertanya kenapa Yusuf kembali lagi dari perjalanannya padahal baru satu hari. Yusuf hanya menjawab, “apa yang sering Ustadz katakan benar. Bahwa sesama saudara muslim harus berbagi dan shodaqoh yang paling utama adalah shodaqoh di bulan ramadhan”. Mendengar ucapan itu, Ustadz Yashir hanya tersenyum. Dalam hatinya berkata “’Yusuf memang mengerti apa maksud salah satu perkataan yang pernah ku ucap. Yakni Indahnya berbagi di bulan ramadhan”. Setelah pertemuan yang sangat singkat itu, Yusuf mengambil seluruh hewan gembalanya untuk dibawa ke kota.

Yusuf tahu penyebab penduduk di kota impian hanya memakan kurma dan air putih saja saat berbuka. Salah satunya mayoritas dari mereka tidak memilki pekerjaan. Sehingga berbuka dengan ala kadarnya. Yusuf berinisiatif mengajak penduduk untuk membantunya menggembala. Sejak saat itu, para penduduk memiliki pekerjaan. Uang yang biasa diberikan oleh Ustadz Yashir Ia berikan sebagiannya untuk para penduduk. Sebagai upah sekaligus shodaqoh. Disanalah letak shodaqoh yang Yusuf lakukan. Menu buka puasa pun kini tidak hanya dengan kurma dan air putih saja.

Para penduduk tahu benar cara memanfaatkan uang tersebut. Separuhnya mereka tabung dan dikumpulkan untuk membeli hewan untuk digembala. Begitu dan terus begitu. Sampai-sampai hampir setiap keluarga memilki 1 pasang domba sebagai hewan untuk digembala. Hanya dalam waktu kurang dari sebulan, kota yang sebelumnya kumuh dengan mayoritas penduduknya pengangguran, kini berubah menjadi benar-benar kota impian yang memilki berjuta harapan. Para penduduk menyebut kejaiban tersebut sebagai berkah dari bulan suci ramadhan. Begitu juga dengan yang Yusuf rasa.

Di setiap kesempatan setelah shalat tharawih, Yusuf yang dipercayai sebagai imam, selalu mengajak para penduduk untuk memperbanyak dzikir dan bersyukur. Di kesempatan itu pula, Yusuf memberikan kesempatan untuk memberikan nasehat-nasehat yang pernah Ia dapat dari Ustadz Yashir di Mesjid At-Tawwabu. Nasehat yang Yusuf berikan salah satunya mengenai keutamaan shodaqoh di bulan ramadhan, Seperti kekaguman Yusuf terhadap Ustadz yashir, Para penduduk mengagumi yusuf. Sehingga shodaqoh dan dzikir selalu mereka tingkatkan demi mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari allah SWT.

Penghujung ramadhan tiba, namun hari itu merupakan hari terakhir para penduduk bertemu dengan Yusuf. Karena pada dini hari Yusuf meninggal. Jelas para penduduk sedih. Mereka seperti anak yang kehilangan induknya. Orang yang sebulan terakhir telah memberikan banyak perubahan terhadap kota impian, telah tiada untuk selama-lamanya. Tetapi ada yang melegakan pada hari itu. Mulai dari pemandian dan pemakaman Yusuf, semua berjalan tanpa ada halangan. Cuaca yang cerah, jenazah yang ringan, dan hal lainnya yang terasa dimudahkan oleh Allah SWT.

Setelah pemakaman selesai, ada sesuatu yang ingin penduduk lakukan. Yaitu menjalankan nasehat-nasehat yang pernah Yusuf katakan, salah satunya sikap saling tolong menolong sesama dan bershodaqoh. Mereka ingat bahwa kota impian bisa seperti ini akibat sikap saling tolong menolong dan bentuk shodaqoh yang unik dari Yusuf sejak awal bulan suci ramadhan.

Sebenarnya yang membangun kota impian ini adalah Yusuf. Yusuf-lah yang membuat kota ini memilki berjuta harapan, terutama untuk penduduk setempat. Semua penduduk kini sejahtera, tentram dan penuh tenggang rasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar